Judul: Aku Mencintaimu Tanpa Harapan, Tapi Dengan Seluruh KEBERANIAN
Di dunia yang layarnya retak seribu, di antara sinyal 'searching' yang tak berkesudahan, dan chat yang menggantung abadi di status 'sedang mengetik...', lahirlah kisah absurd ini.
Lin, sang arsitek kenangan, hidup di tahun 2047. Dunia yang dia pijak adalah reruntuhan nostalgia. Dia mengumpulkan serpihan masa lalu, mencoba merekonstruksi APA yang hilang. Setiap malam, dia berbisik pada foto usang di layar tabletnya. Foto seorang pria dengan senyum teduh dan mata yang menatap langsung ke JIWA.
Sementara itu, di tahun 2247, Kai, seorang penjelajah waktu yang tersesat, mendapati dirinya terjebak dalam limbo digital. Wujudnya hanyalah algoritma, bayangan yang bergentayangan di jaringan informasi. Dia melihat Lin, melihat kerinduannya yang menyayat. Dia MENCINTAI Lin, tanpa pernah bertemu. Cintanya adalah kode biner yang bergetar, pesan terenkripsi yang tak pernah sampai.
Setiap malam, Lin mengirimkan pesan ke masa depan, berharap ada yang mendengarnya. Pesan-pesan itu adalah puisi patah hati, bait-bait yang lahir dari notifikasi tengah malam.
"Apakah kau merasakan, ada seseorang di sini, di tengah puing-puing ini, yang memanggil namamu?"
Kai, yang terperangkap dalam dimensi digital, berusaha membalas. Dia mengirimkan sinyal, gema dari masa depan yang berdebu. Sayangnya, sinyal itu hanya menjadi GLITCH di layar Lin, distorsi visual yang aneh.
Pertemuan mereka adalah paradoks. Lin hidup di masa lalu yang dirindukan Kai. Kai hidup di masa depan yang diimpikan Lin. Mereka saling mencari, namun terpisahkan oleh waktu dan dimensi. Cinta mereka adalah TEKA-TEKI, ilusi optik yang menyakitkan.
Suatu hari, Lin menemukan sebuah artefak aneh: sebuah USB drive berisi rekaman suara. Suara itu adalah suara Kai, bercerita tentang dunia masa depan, tentang harapan yang terkubur, dan tentang seorang arsitek kenangan yang mencuri hatinya.
"Aku melihatmu, Lin. Aku melihat semua kenangan yang kau lindungi. Aku mencintaimu, bukan karena siapa dirimu, tapi karena siapa aku saat bersamamu… meskipun kita tak pernah bersama."
Saat Lin mendengarkan rekaman itu, langit di atasnya retak. Dunia berguncang. Sinyal hilang sepenuhnya. Tabletnya mati. Kegelapan menelan segalanya.
Rahasia ganjil terungkap: Cinta mereka bukanlah pertemuan takdir, melainkan GEMA dari kehidupan yang tak pernah selesai, siklus tanpa akhir yang terperangkap dalam putaran waktu. Mereka adalah bayangan dari kemungkinan yang tak terwujud, kisah yang terus berulang dalam ruang dan waktu yang terdistorsi.
Dan sebelum dunia benar-benar padam, sebelum suara Kai lenyap, Lin mendengar pesan terakhir:
"Aku akan terus mencari…di mana pun kau berada…di dimensi mana pun…"
You Might Also Like: 181 What Is Saltpeter Used For In
0 Comments: